3 Cerita Lucu Abu Nawas yang Mengundang Gelak Tawa dan Penuh Makna Tersirat
![]() |
| pixabay |
Abu Nawas adalah pujangga Islam abad pertengahan. Ia lahir pada masa kejayaan Islam. Harun Al-Rasyid, adalah khalifah Abbasiyah yang sering menjadi sasaran kejahilan Abu Nawas. Kejahilan tersebut dituliskan di dalam cerita lucu Abu Nawas.
Cerita lucu Abu Nawas tidak pernah ada habisnya. Orang-orang zaman sekarang sering memakai cerita tersebut sebagai sajian gelak tawa sekaligus memiliki kandungan makna yang begitu dalam. Cerita-cerita Abu Nawas ini sangat masyhur dan terangkum dalam Cerita 1001 Malam.
Abu Nawas hidup pada masa kejayaan Islam di Baghdad. Ketika itu, ilmu pengetahuan sedang berkembang pesat-pesatnya. Tidak heran jika Abu Nawas juga berhasil tumbuh menjadi sosok penyair hebat yang karyanya bisa dinikmati sampai sekarang. Berikut ini Ihwal Indonesia merangkum beberapa cerita lucu Abu Nawas yang Penuh Makna.
1. Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu
Ketika Abu Nawas sampai di hadapan raja, Raja Harun bertitah “Hai, Abu Nawas. Aku menginginkan enam ekor lembu berjenggot yang pandai berbicara. Bisakah engkau mendatangkan mereka dalam waktu satu minggu? Kalau gagal, akau akan penggal lehermu!”
“Baiklah Tuanku Syah Alam, hamba junjung tinggi titah tuan”, jawab Abu Nawas.
Semua orang dalam istana yang hadir pada saat itu berkata dalam hati “Mampuslah kau, Abu Nawas”.
Abu Nawas kemudian memohon diri untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia duduk berdiam dan merenungkan keinginan raja. Abu Nawas cukup lama berada di dalam rumah dan tidak kunjung keluar.
Seminggu setelahnya, ia beru keluar. Hari itu adalah batas akhir dari tugas yang diberikan oleh raja. Abu Nawas kemudian menuju kerumunan orang. Ia kemudian berkata “Hai orang-orang muda, hari ini hari apa?”
Orang-orang menjawab benar akan dia lepaskan, tetapi orang yang menjawab salah akan dia tahan. Rupanya, tidak ada satu orang pun yang menjawab dengan benar. Abu Nawas pun marah kepada mereka.
“Begitu saja, kok, tidak bisa menjawab. Kalau begitu, mari kita menghadap raja untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya.” ujar Abu Nawas.
Keesokan harinya, istana dipenuhi oleh warga yang ingin menonton kesanggupan Abu Nawas membawa enam ekor lembu berjenggot. Sampai di depan raja, ia pun menghaturkan sembah dan duduk dengan khidmat.
Raja berkata “Hai Abu Nawas, mana lembu berjenggot yang pandai bicara itu?”
Abu Nawas kemudian menunjuk enam orang yang dibawanya, sambil berkata “Inilah mereka, tuanku Syah Alam.”
“Hai Abu Nawas, apa yang engkau tunjukkan kepadaku itu?”
“Ya, Tuanku Syah Alam. Tanyalah pada mereka hari apa sekarang.”
Raja kemudian bertanya, dan keenam orang tersebut memiliki jawaban yang berbeda-beda. Maka Abu Nawas kembali berujar “Jika mereka manusia, tentunya tahu hari ini hari apa. Apalagi jika tuanku menanyakan hari yang lain, akan tambah pusing mereka. Manusia atau hewan kah mereka ini? Inilah lembu berjenggot yang pandai bicara itu, Tuanku.”
Raja heran melihat Abu Nawas yang pandai melepaskan diri dari ancaman hukuman. Kemudian raja memberikan hadiah 5000 dinar kepada Abu Nawas.
2. Obat Sulit Tidur untuk Raja Harun Al-Rasyid
Suatu malam, Raja Harun Al- Rasyid kesulitan untuk tidur. Malam sudah semakin larut dan raja belum ruja merasakan kantuk. Raja kemudian memanggil salah satu pengawal istana. Raja berkata “Umumkan kepada seluruh rakyat, barang siapa yang bisa membuat raja tertidur, akan diberikan 10 koin emas!”
Pengawal istana kemudian bergegas memberikan isyarat kepada bawahannya agar bergerak cepat untuk mengumumkan titah raja kepada rakyat.
Setelah itu, datanglah dua orang yang kebetulan pada malam itu ia juga kesulitan untuk tidur, mendengar penjelasan dari pengawal istana, mereka berminat untuk mengikuti sayembara.
Kedua peserta tersebut gagal membuat raja bisa tertidur. Cerita yang dibawakan dua peserta pertama justru malah membuat raja semakin sulit untuk tertidur. Hingga sampailah Abu Nawas yang menawarkan diri untuk mengikuti sayembara.
Setelah dipersilakan, Abu Nawas mulai bercerita, “Baginda, dahulu ada seekor raja semut yang kurang kerjaan. Ia masuk ke kuping sebelah kanan seorang yang sedang tidur, keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi. Kemudian masuk ke kuping kiri, keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi.”
Raja kesal mendengar kisah yang dituturkan oleh Abu Nawas. Menurut raja cerita Abu Nawas tidak menarik dan membuat raja merasa bosan sehingga ia pun menguap dan memiringkan tubuhnya membelakangi Abu Nawas. Perlahan, raja pun menutup matanya dan mulai tertidur.
Pagi harinya, Abu Nawas masuk lagi ke istana dengan mengendarai kereta. 10 karung diangkat ke dalam kereta satu persatu. Penjaga pintu istana geleng-geleng kepala ketika kereta itu keluar pintu gerbang. Abu Nawas tertidur pulas di atas tumpukan karung emas dengan suara mendengkur yang keras.
3. Abu Nawas dan Air Susu Pemalu
![]() |
| pixabay |
Abu Nawas gugup, ia pun menjawab, “Ini susu, Baginda.”
“Bagaimana mungkin air susu berwarna merah? Susu itu berwarna putih bersih.” Ucap raja teheran-heran atas jawaban Abu Nawas, sembari mengambil botol yang dipegang oleh Abu Nawas.
“Betul, Baginda. Semula air susu ini berwarna putih bersih. Ketika melihat baginda yang gagah dan rupawan, ia tersipu malu dan merah merona.”
Mendengar jawaban Abu Nawas, raja pun tertawa dan meninggalkan Abu Nawas sambil menggelengkan kepalanya.




Posting Komentar untuk " 3 Cerita Lucu Abu Nawas yang Mengundang Gelak Tawa dan Penuh Makna Tersirat"